Langsung ke konten utama

Galeri Santunan

Acara santunan Duafa & Yatim Romadhon 1445 H
Acara santunan Yatim dan Duafa 1440 H

Acara santunan yatim dan duafa 1439 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINGA BEKASI KH. Noer Ali, 15 juli 1914 - 03 may 1992

Tokoh Ulama dan Pejuang Bekasi                         🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩            ðŸ‡®ðŸ‡©#17_AGUSTUS_1945🇮🇩 🇮🇩#PAHLAWAN_Di_TATAR_SUNDA🇮🇩 Singa Bekasi julukan tersebut memang layak di berikan kepada KH Noer Ali, seorang Ulama besar yang terlahir dari keluarga Petani. Semangat Nasionalisme yang membara dalam dadanya mampu mengobarkan semangat Perjuangan  kepada masyarakat untuk melawan penjajah Belanda yang sejak lama menjajah tanah air. Beliau memimpin lasykar Rakyat Bekasi melawan Belanda, pernah bergabung dan menjadi Komandan Batalyon III Barisan Hizbulloh . Kh Noer Ali namanya sangat dikenal oleh rakyat dan ditakuti Belanda karena keberanian dan jiwa patriotnya. Beliau lahir di Desa Ujung Malang Bekasi tanggal 15 juli 1914 ayah beliu seorang petani bernama Anwar bin Layu dan  ibunya bernama Maimunah. Cita cita yang dimilki oleh Kh Noer Ali sejak masa kanak-kanak adala...

Sejarah singkat Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Cirebon Jawa Barat

  Sunan Gunung Jati yang mempunyai nama lain Syarif Hidayatullah atau juga Sayyid Al- Kamil merupakan salah seorang  walisongo. Beliau adalah putra dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim ( Raja Mesir ) dan Nyai Rara Santang yang merupakan putri dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, setelah masuk islam namanya menjadi Syarifah Mudaim . Sunan Gunung Jati dilahirkan pada tahun 1448 M.   Ketika masih muda Sunan Gunung Jati sudah ditinggal mati oleh ayahnya dan dia langsung ditunjuk untuh menggatikan ayahnya sebagai raja Mesir. Pada waktu itu dia menolak  untuk melaksanakan perintah itu. Sunan Gunung Jati dan ibunya pulang ke Tanah Jawa, dia bermaksud akan melaksanakan dakwah di daerah Jawa Barat, sedangkan tahta jabatan Raja Mesir yang dibebankan kepada dirinya diberikan kepada adik beliau yang bernama Syarif Nurullah . Waktu berada di negeri Mesir Sunan Gunung Jati banyak belajar ilmu agama ke para ulama besar di Timur Tengah. Dengan ...

KH. BADRUZZAMAN 1900 - 1972 - PEJUANG KEMERDEKAAN DARI GARUT

PEJUANG KEMERDEKAAN DARI GARUT KH. Badruzzaman (Mama Biru – Tarogong, Garut Jawa Barat) Beliau lebih dikenal dengan Syaikhuna Badruzzaman, lahir tahun 1900 di Pesantren Al-Falah Biru Garut. Beliau adalah putra kelima dari sembilan bersaudara KH. Faqih bin KH. Adza’i, yang lebih populer dengan panggilan “Ama Biru”. Beliau mengaji kepada ayahnya, dan kepada pamannya dari pihak Ibu di Pesantren Pangkalan Tarogong yakni KH. R. Qurtubi dan selanjutnya pindah ke pondok yang diasuh oleh kakanya KH. Bunyamin (Syaikhuna Iming) di Ciparay Bandung. Kemudian beliau mendalami ilmu di Pondok Pesantren Cilenga Tasikmalaya, selanjutnya di Pondok Pesantren Balerante Cirebon. Pada tahun 1920, beliau bersama kakaknya Syaikhuna Iming berangkat ke Tanah Suci untuk mendalami ilmu keislaman, bermukim selama tiga tahun. Tahun 1926, beliau ke Mekah lagi untuk kedua kalinya bermukim selama tujuh tahun. Diantara guru-guru beliau di Mekah adalah : Syeikh Alawi Maliki (Mufti Mekah dari madzhab maliki)...